Rasulullah SAW biasa berdoa bermaksud, ‘Ya Allah berkati kami dalam Rejab dan Sya’aban dan sampaikan kami Ramadhan.’ Apabila sampai Ramadhan para sahabat saling mengucapkan Ahlan wa sahlan Ramadhan’ bererti selamat datang Ramadhan!
"Wahai orang-orang yang beriman, di wajibkan ke atas kamu berpuasa sebagaimana di wajibkan ke atas orang-orang yang terdahulu daripada kamu supaya kamu bertakwa," (Al-Baqarah: 183)
Umar bin Khattab menanyakan Ubay bin Ka’ab,
“Apakah kamu telah melalui jalan yang berduri? Jawab Ubay, “Ya.” Kata Umar lagi, “Lalu apa yang kamu lakukan?” Jawab Ubay, “Aku menghindar dan berusaha keras untuk menghindarkannya.” Umar berkata, “Itulah dia takwa!”
“Apakah kamu telah melalui jalan yang berduri? Jawab Ubay, “Ya.” Kata Umar lagi, “Lalu apa yang kamu lakukan?” Jawab Ubay, “Aku menghindar dan berusaha keras untuk menghindarkannya.” Umar berkata, “Itulah dia takwa!”
"Sungguh telah datang kepadamu bulan Ramadhan, bulan yang penuh keberkatan. Allah telah memfardhukan atas kamu puasanya. Di dalam bulan Ramadhan dibuka segala pintu surga dan dikunci segala pintu neraka dan dibelenggu seluruh setan. Padanya ada suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Barangsiapa tidak diberikan kepadanya kebaikan malam itu maka sesungguhnya dia telah dijauhkan dari kebajikan" (Hr. Ahmad)
Ketika Ramadhan menjelang, Rasulullah S.A.W. bersabda bermaksud: "Wahai manusia menjelang tiba bulan agung lagi berkat. Bulan yang di dalamnya ada satu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Sesiapa yang mendekatkan dirinya dengan mendirikan amalan fardhu, seolah-seolah dia telah mendapat 70 pahala fardhu di bulan-bulan yang lain. Sesiapa yang mendekatkan dirinya dengan amalan-amalan sunat, seolah-olah dia mendapat pahala amalan-amalan fardhu di bulan-bulan yang lain. Ia adalah bulan sabar. Ia adalah bulan yang awalnya Rahmat, tengahnya keampunan dan akhirnya selamat dari Neraka." (maksud hadis)
"Siapa yang mendirikan (malam Ramadhan dengan solat Tarawih dan qiamullail di sepuluh akhirnya), dengan keimanan dan berharap ganjaan dari Allah, maka keluarlah dia dari dosa-dosanya seperti hari dia dilhirkan oleh ibunya." (maksud hadis)
“ Solat lima waktu, satu Jumaat ke Jumaat yang akan datang, dari satu Ramadhan ke Ramadhan yang akan datang adalah penghapus dosa bagi seorang muslim selama mana dia menjauhi perbuatan dosa besar” (maksud hadis)
Sabda Rasulullah S.A.W: Maksudnya: " Puasa itu separuh kesabaran ".
Allah S.W.T. berfirman : Maksudnya: "Sesungguhnya orang-orang yang sabar itu di penuhi pahalanya tanpa perhitungan ". (Al-Zamar ayat : 10)
Sabda Rasulullah S.A.W.:
Bermaksud: "Demi Allah yang jiwaku berada di dalam genggamannya, bahawa bau mulut seseorang yang berpuasa adalah lebih harum pada sisi Allah dari bau-bauan minyak kasturi.
Dari Abu Hurairah R.A, Rasulullah S.A.W. telah bersabda: "Setiap amalan anak Adam akan dilipatgandakan, satu kebaikan dengan 10 seumpamanya sehinggalah 700 kali ganda, Allah telah berfirman: Melainkan puasa, sesungguhnya ia adalah untukKu dan Aku yang akan memberi ganjaran dengannya, syahwat dan makanan ditinggalkan demiKu."
"Bagi orang yang brpuasa dua kegembiraan: kegembiraan ketika berbuka dan kegembiraan ketika bertemu Tuhannya." (Hr Bukhari dan Muslim)
Allah a.w berfirman :"Sesungguhnya ia telah meninggalkan syahwatnya, makannya dan minumnya kerana aku. Puasa itu (di lakukan) kerana aku, dan akulah yang akan memberikan balasannya sendiri".
Rasulullah SAW ada bersabda:
“ Sesungguhnya syurga itu mempunyai sebuah pintu yang disebur ar-Rayyan, dipanggil dan diseru pada hari kiamat nanti; manakah dia orang-orang yang berpuasa? Lalu bila orang yang terakhir dari mereka telah masuk ke dalamnya, maka pintu itupun ditutup”
“Bukankah puasa itu semata-mata meninggalkan makan dan minum,tetapi puasa ialah meninggalkan perbuatan sia-sia dan cakap kosong.Jika sesiapa dimaki atau diperbodoh oleh seseorang katakanlah,’Saya berpuasa,saya berpuasa”
(Riwayat lbnu Khuzaimah dan lbnu Hibban).
“Sesiapa yang tidak meninggalkan kata-kata dan amalan sia-sia maka Allah tidak memerlukannya meninggalkan makan dan minumnya.” (Riwayat Bukhari).
"Bila salah seorang dari kalian berpuasa maka hendaknya ia tidakberbicara buruk dan aib. dan jangan berbicara yang tiada manfaatnya dan bila dimaki seseorang maka berkatalah, 'Aku berpuasa'". (HR. Bukhori).
Umar ibnul Khathab r.a. berkata, "Orang yang berzikir kepada Allah pada bulan Ramadhan akan diampuni dosa-dosanya; dan yang memohon kepada Allah pada bulan Ramadhan tidak akan kecewa."
* Imam Al Ghazali berkata, "Betapa banyak orang berpuasa yang sebenarnya berbuka, dan yang berbuka padahal ber- puasa. Yang berbuka tetapi sebenarnya berpuasa adalah yang makan dan minum, tetapi menjaga seluruh anggota tubuhnya dari perbuatan dosa. Dan yang berpuasa tetapi sebenarnya berbuka adalah yang lapar dan haus, tetapi tercemar anggota tubuhnya (dalam perbuatan dosa).
"Sesungguhnya syaitan berjalan dalam diri anak Adam melalui saluan darah, maka sempitkanlah laluannya dengan berlapar." (sepakat riwayat)
Dari Abi Mas’ud Al-Ghifari r.a,katanya,’Rasulullah SAW bersabda;’Jikalau para hamba itu mengetahui apa dia Ramadhan, nescaya umatku berangan agar setahun itu kesemuanya Ramadhan.’
(Riwayat Ibnu Khuzaimah).
Khutbah Nabi
"Wahai manusia, sesungguhnya kamu akan dinaungi oleh bulan yang senantiasa besar lagi penuh keberkahan, yaitu bulan yang di dalamnya ada suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan; bulan yang Allah telah menjadikan puasanya suatu fardhu, dan qiyam di malam harinya suatu tathawwu'."
"Barangsiapa mendekatkan diri kepada Allah dengan suatu pekerjaan kebajikan di dalamnya, samalah dia dengan orang yang menunaikan suatu fardhu di dalam bulan yang lain."
"Ramadhan itu adalah bulan sabar, sedangkan sabar itu adalah pahalanya surga. Ramadhan itu adalah bulan memberi pertolongan (syahrul muwasah) dan bulan Allah memberikan rizqi kepada mukmin di dalamnya."
"Barangsiapa memberikan makanan berbuka seseorang yang berpuasa, adalah yang demikian itu merupakan pengampunan bagi dosanya dan kemerdekaan dirinya dari neraka. Orang yang memberikan makanan itu memperoleh pahala seperti orang yang berpuasa tanpa sedikitpun berkurang."
Para sahabat berkata, "Ya Rasulullah, tidaklah semua kami memiliki makanan berbuka puasa untuk orang lain yang berpuasa. Maka bersabdalah Rasulullah saw, "Allah memberikan pahala kepada orang yang memberi sebutir kurma, atau seteguk air, atau sehirup susu."
"Dialah bulan yang permulaannya rahmat, pertengahannya ampunan dan akhirnya pembebasan dari neraka. Barangsiapa meringankan beban dari budak sahaya (termasuk di sini para pembantu rumah) niscaya Allah mengampuni dosanya dan memerdekakannya dari neraka."
"Oleh karena itu banyakkanlah yang empat perkara di bulan Ramadhan; dua perkara untuk mendatangkan keridhaan Tuhanmu, dan dua perkara lagi kamu sangat menghajatinya."
"Dua perkara yang pertama ialah mengakui dengan sesungguhnya bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan mohon ampun kepada-Nya . Dua perkara yang kamu sangat memerlukannya ialah mohon surga dan perlindungan dari neraka."
"Barangsiapa memberi minum kepada orang yang berbuka puasa, niscaya Allah memberi minum kepadanya dari air kolam-Ku dengan suatu minuman yang dia tidak merasakan haus lagi sesudahnya, sehingga dia masuk ke dalam surga." (HR. Ibnu Huzaimah).
Maka berlumbalah kalian dalam kebaikan [Al-Baqarah: 148]
No comments:
Post a Comment